Kunjungi Bali, Rombongan Pemkab Beltim Serap Spirit Warga Kutuh Belah Bukit

by -
Kunjungi Bali, Rombongan Pemkab Beltim Serap Spirit Warga Kutuh Belah Bukit
Pantai Pandawa, Bali. (Foto: Ist)

travel.belitongekspres.co.id, BALI – Sektor pariwisata bisa dikembangkan jika ada kemauan dari masyarakat. Sepertinya, hal tersebut menggambarkan kemauan masyarakat Desa Kutuh Kabupaten Badung, Bali. Desa Kutuh bisa ditempuh melalui jalan Tol Bali Mandara sepanjang 12 kilometer yang tegak kokoh di atas perairan laut Bali. Waktu yang digunakan menuju pantai Pandawa hanya sekitar 30 menit dari Denpasar tanpa kemacetan.

Kabarnya, sejak tahun 2009 masyarakat Desa Kutuh sepakat memahat secara manual bukit batu kapur setinggi lebih dari 20 meter (diperkirakan, Red). Bukit itu dianggap bisa membuka akses pantai Pandawa yang berada di balik bukit.

Begitu meluncur turun menuju pantai, pengunjung disuguhkan dengan pemandangan pantai yang indah. Di sisi kiri dan kanan tampak tampilan bukit yang dipahat selama 4 tahun. Tampilan Pantai Pandawa semakin mudah diakses dengan pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas umum yang tersedia. Walau sebenarnya cukup sempit, tapi setiap kendaraan yang berpapasan sudah mengerti satu sama lain.

“Karena keinginan kuat dari masyarakat Desa Kutuh yang ingin memaksimalkan potensi pariwisata di Desanya, mereka sepakat mengembangkan pariwisata dengan memahat bukit. Dulunya, pengunjung tidak bisa hingga ke tepian pantai menggunakan kendaraan, tapi sekarang sudah bisa,” ujar I Komang Yanti, tour guide yang membawa rombongan kunker Kabupaten Beltim, Rabu (20/11) kemarin.

Di bagian sisi bukit yang dipahat, dipajang patung-patung berukuran besar berupa keluarga Pandawa. Bagi yang mencari spot foto selfi, bisa memilih background tulisan pantai Pandawa yang membelakangi bukit atau hempasan ombak pantai Pandawa.

Melengkapi perjalanan di pantai Pandawa, ada toko oleh-oleh yang menyediakan produk lokal bertemakan Bali. Ada pakaian berbagai ukuran hingga karya kreatif ukuran dengan harga cukup terjangkau.

Pemandangan pantai yang memiliki garis pantai cukup panjang juga dipenuhi warung-warung tempat melepas lelah usai berenang atau berjalan menyusuri jalan setapak. Di sisi sebelah barat dan timur pantai sepanjang hampir 1 kilometer, juga berjejer tenda payung tempat berlindung dari sengatan panas terik matahari.

“Masyarakat di sini sudah bisa menghasilkan banyak dollar sejak ada pariwisata. Dulu masyarakatnya hanya bekerja sebagai pembudidaya rumput laut, penghasilannya tidak seberapa,” ungkap I Komang Yanti.

Tak terasa, waktu sekitar 45 menit yang disediakan tour guide sudah habis untuk melihat keindahan alam pantai Pandawa. Bagi yang berkesempatan mengunjungi pulau Dewata, kiranya tak salah singgah melihat eksotis pantai Pandawa di sore hari.

 

Editor: Subrata
Reporter: Muchlis Ilham

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *